"Kalau menurut bapak mendingan kamu sama Haveda. Bapak juga gak siap jika punya menantu yang nyaris seumuran Bapak." "Kok kamu malah gak dukung aku, malah punya pendapat sendiri," sahut bude Surti. "Iyo Mbak yu, coba pikir masak Hiranya suruh nikah sama Pak Wijaya yang sudah banyak umur, dia kan sakit-sakitan. Masak iya mikir kawin, bagaimana nasibnya Hiranya, apa menikah suruh mengurusi orang sakit," kata bapakku. "Iya juga ya, nanti Wijaya sakit-sakitan terus Hiranya ngurusin dia mulu, bisa ludes hartanya buat obat kesembuhan. Baiklah kalau gitu aku sependapat dengan kamu. Aku dukung Haveda," ucap bude Surti. "Hiranya mending kamu baikan sama Haveda. Turunkan egomu, ayo dandani hubungan." "Iya Bude juga mau kamu nikah dengan Haveda, jarang-jarang ada bos yang tergila-gila sama kamu,

