Aku curiga sebenarnya akan ada sesuatu atau pembahasan yang tidak bisa aku hindari. Sepertinya perasaan ku mulai tidak enak melihat sorot mata budeku yang mencereng, menatap ku dengan sewot. Bapakku melarang ku untuk kembali ke Yogyakarta, entahlah ada pembahasan serius apa yang mau orang tuaku sampaikan. Begitu juga dengan budeku yang juga ikutan nimbrung. Sepertinya bude Surti meracuni pikiran orang tuaku. "Perempuan sudah cukup umur, sebaiknya segera menikah. Mikirin kerja gak ada habisnya." "Ita Mbak yu, aku ngerti kalau Hiranya sebaiknya segera menikah. Biar bisa punya keturunan dan ada keluarga lengkap," sahut bapakku. "Makanya itu perempuan itu ada masanya. Semakin tua itu pengaruh sama kesuburan. Kalau udah tua, dah gak bisa menstruasi, maka gak akan bisa punya keturunan. Perl

