"Sepertinya orang tuaku lebih nyaman bercerita kepada kamu dari pada cerita ke anaknya sendiri. Lantas bagaimana respon kamu ketika mendengar curhatan dari ibu dan bapakku?" Tanyaku. "Hati siapa yang tidak iba melihat tangisan rindu seorang ibu untuk anaknya. Apalagi aku ini juga sudah tidak memiliki ibu, rasanya perasaan ku juga campur aduk. Sebagai laki-laki aku juga merasakan emosi ketika mendengar cerita orang tuamu yang seperti itu. Tapi aku sadar Hiranya, jika aku hanya orang lain yang punya batasan untuk tidak ikut campur dalam urusan orang lain. Walaupun aku dekat dengan orang tuamu serta tidak setuju dengan apa yang sudah di lakukan calon suami kamu pada ibu bapakmu." Jagat Elang terus bercerita kepadaku. "Aku tidak tahan Jagat Elang, hentikan ceritanya," ucapku pada Jagat Elan

