Gagal Jadi Mantu

1604 Kata

Ibu keluar dari dalam rumah, dia menghampiriku dan membawakan secangkir teh hangat. "Minumlah ...." Ibu memberi secangkir teh hangat untukku. "Makasih ... maaf jika Jagat merepotkan Ibu," ucapku. Aku meraih cangkir yang di bawakan ibumu dan meminum teh hangat untuk membuat emosiku tenang. "Kamu tidak merepotkan Ibu, kamu sampai kapanpun tetap Ibu dan Bapak anggap seperti anak sendiri," ucap ibumu. "Iya Nak Jagat, sebenarnya Bapak sudah merasa nyaman dengan kamu. Nyambung, kalau ngbrol sama orang tua, ada saja yang bisa buat kami bahagia. Biarlah silaturahmi ini tetap terjalin walaupun Hiranya tidak menjadi jodohmu, jangan memutuskan komunikasi dengan kami ya," lanjut bapakmu menyambung obrolan. "Oh, iya ini alamat Hiranya, jika kamu ke Yogyakarta mampir saja, tidak apa-apa. Kalian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN