Sudah lewat tengah malam.. Hiruk senyap diruangan itu mulai terasa. Tepes menatap sosok Jeffan yang tampak mematung sejak beberapa Jam lalu disisi Baginda yang sedang ditangani Tabib. Mengapa raja begitu menyayangi anak pungut itu? Hingga disaat Kritis saja selalu Jeffan yang dipanggil dan bukan Exsa? Apakah karna rasa cinta masa lalu yang tak sirna? Perdana menteri Tepes mengepalkan jari jarinya erat. Entah mengapa sosok Jeffan yang tenang selalu mengeluarkan aura gelap baginya. Pemuda yang senantiasa memakai kemeja hitam itu tampak sulit ditebak. Beberapa saat kemudian, tabib mengatakan bahwa Raja sudah melewati masa kritisnya. Pria tua berambut emas itu tersenyum pucat pada Jeffan yang juga tersenyum hambar padanya. Tangan tuanya menepuk ruang kosong disisinya agar Jeffan duduk

