Pagi itu udara berhembus sepoy saat matahari baru beranjak diperaduannya. Dia melangkah pelan membawa pelana kuda hitam sahabatnya. Dengan senyum manis, dia membelai kuda itu lembut lalu mulai menaikinya " Helen, ayo kita lanjutkan rencana." Bisiknya ditelinga kuda itu lalu mulai memacunya. Namun, " Tuan Jeffan." Cegah seseorang. Pemuda yang ternyata Jeffan itu menoleh. Keningnya bertaut ketika menemukan sosok Izika tersenyum disana. " Jadi kau mau pergi tanpa memberitahuku?". Ucapnya membuat Jeffan tersenyum. " Aku ada urusan Akira, kau tidak harus selalu mengikutiku kan?". Jawab pemuda yang begitu bersinar diatas kuda hitam dan dengan kemeja hitam yang melekat ditubuhnya itu. " Aku mau ikut, aku bosan disini." Celetuk Izika memakai tudungnya " Akira ayolah, tidak untuk kali in

