Author's POV _______________ Takut. Adalah satu kata yang menjelaskan perasaan Sjhon kali ini. Bukan karena di depannya ada hantu dengan wajah menyeramkan atau karena ada beberapa preman dengan tubuh penuh tato. Bukan sama sekali bukan. Wanita cantik, kulit eksotis, rambut blonde dan tubuh sedikit berisi itu membuatnya ingin kabur dengan berbagai cara. Tetapi sayangnya satu-satunya cara yang bisa Sjhon lakukan hanyalah gemetar dengan tangan terus meremas ujung kaosnya. Jane pasti tertawa di dalam hatinya melihat keadaan Sjhon kali ini. "Aku ... su--sungguh ingin pulang." Sjhon hanya bisa meminta lirih dengan jari tangan bertautan, kepalanya juga menunduk. Tak mau melihat pemandangan di depan sana yang berhasil menggugah perasaan aneh di dalam dirinya. "Iya, aku akan membiarka

