Senyum yang terpancar dari wajah tampan CEO itu membuat para karyawan mengeryit heran. Bagaimana tidak? Setiap hari, pria itu selalu menampilkan wajah tak bersahabatnnya pada semua orang, dan sekarang, dengan begitu ajaibnya ia tersenyum sepanjang hari. Aneh! Kent berjalan menuju kursi kebesarannya, menyampirkan jasnya pada kursi tersebut dan mulai berkutat dengan setumpuk dokumen di depannya. Sekarang suasana hatinya sedamg baik, sehingga ia bersemangat untuk’berperang’ dengan setumpuk dokumen itu. Berbeda dengan Kent, Alesya kini sedang menelungkupkan wajahnya di atas meja kerjanya, ia sedang tidak mood untuk menyelesaikan pekerjaannya, persetan dengan itu semua! Entahlah, ia bingung dengan perasaannya sendiri, di satu sisi ia senang akhirnya Kent mengutarakan perasaannya, tapi di sis

