Sinar matahari mulai masuk kedalam apartemen itu, mengusik wanita yang sedang terlelap dalam tidurnya. Mata wanita itu mulai terbuka, merasa bahwa tidurnya sudah tak nyenyak lagi. Ia melihat jam kecil di atas nakas yang berada di sampingnya. Menghela napas berat mengingat kini ia harus bergegas pergi ke kantor. Jika boleh jujur, Alesya sangat malas untuk pegi bekerja. Mengingat kelakuan menyebalkan bos sialannya itu, yang sering kali membuat amarahnya meradang. Tapi kau tak bisa menolak pesonaya, girl. Bahkan kau sudah jatuh cinta padanya, gadis batin yang ada dalam dirinya mengingatkan Alesya pada perasaannya. Mencintai pria itu... bahkan itu berada dalam daftar terakhir yang ada dalam hidupnya. Namun, memang hatinya tak bisa diajak bekerja sama, ia sudah jatuh pada pesona seorang Kent

