Alesya tidak dapat menahan senyumnya ketika ia sudah sampai di apartemennya. Bayangan tentang kasur empuk, membaca novel kesukaannya sembari ditemani coklat panas. Itu semua sirna. Kini yang ada dipikirannya hanya pria itu. Pria yang membuat senyumnya terbit. Zidan Aditya. Pria sederhana yang membuat harinya lebih berwarna. Kehidupan Alesya yang serasa abu – abu, masalah yang dialami Alesya, dapat ia lupakan ketika bersama Zidan. Alesya kini duduk di kasurnya seraya bersender di kepala ranjng. Mengingat wajah tampan pria itu. Akhirnya rindunya selama ini sudah terbalaskan. *** Flashback on “Tidak ingin pulang denganku?” tanya pria yang ada di dalam mobil itu dengan senyum yang memukau. Sontak saja senyum Alesya terbit. Pria itu turun dari mobilnya, menghampiri Alesya yang menampilk

