Part 16

839 Kata

Alinisya berjalan memasuki mansion itu, dengan wajah ceria yang selalu ia tunjukkan, ia menuju dapur dan menemui sang bunda. “Bunda,” sapanya dan mengecup sekilas pipi Nada. “Sayang, bagaimana pekerjaanmu?” tanya Nada seraya tersenyum memandang wajah anaknya. Semakin hari, Alinisya bertambah cantik menurutnya, dengan paras cantik dan aura kedewasaan yang sudah terpancar pada dirinya. “Well, seperti biasa, berjalan lancar. Aku punya project dengan salah satu majalah terkenal, dan itu dimulai esok hari, jadi mungkin beberapa hari ini aku akan sangat sibuk,” jelas Alinisya dengan senyum menawan. Ia mengambil beberapa peralatan memasak dan membantu Nada menyiapkan makan siang. Biasanya, Rio akan pulang ke rumah untuk makan siang bersama dengan mereka. Sang Bunda hanya tersenyum menanggapin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN