22. Di Balik Topeng

1547 Kata

Pergulatan mereka semakin memanas di atas arena balap. Hamparan aspal sirkuit seakan berubah bagai di neraka. Evan memang mengidolakan Eric Devandra. Namun, arena balap tetaplah tempat untuk bertanding. Tidak pandang bulu, baik kawan maupun orang yang sangat diidolakan, semuanya adalah lawan. Sehingga Evan begitu menggebu-gebu untuk menaklukkan sirkuit itu. Eric yang saat itu ada diposisi pertama, mulai resah karena Evan selalu membayang-bayangi laju kendaraan motor Eric. ‘Sial! Pembalap yang ada di belakangku ternyata bocah ingusan itu?” ujar Eric kesal dalam hatinya. ‘Jangan harap kau bisa mengalahkanku!’ Eric Devandra tidak akan membiarkan seorang Evan Damara memenangkan pertandingan itu. Pemuda yang memilik ambisi untuk memenangkan pertandingan. Dia tidak akan membiarkan Evan memenan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN