Di waktu yang bersamaan, gemuruh terdengar di atas langit Kota Subang. Awan kelabu menggumpal seakan terseret angin lebih dekat dengan Bumi. Eric Devandra mulai merasakan bahwa apa yang dia prediksi akan segera terjadi. sedangkan Evan Damara yang saat itu masih mengejar posisi dua, merasa gugup dengan cuaca yang tiba-tiba mendung dan gemuruh pun mulai menggelegar. ‘Aku rasa prediksiku akan segera terjadi!’ Eric Devandra menyeringai di balik kaca helmnya. Dia pun merasa kemenangan sudah di depan mata. Eric semakin percaya diri dengan gerimis yang mulai jatuh membasahi kaca helmnya. Berbeda halnya dengan Evan Damara Satya yang saat itu benar-benar merasa Dilema. Dia tidak mau mendengarkan pendapat dari teman-teman satu timnya, untuk tidak mengganti ban motornya dengan ban kering. ‘Memang

