Petang sudah berlalu. Namun Widya belum mendapatkan kabar dari Evan. Selepas Maghrib, Widya kembali berdiri di balik jendela ruang tamunya. Menunggu Evan pulang atau setidaknya mendapatkan kabar dari putranya. Widya melihat rintik hujan sudah kembali berhenti. Kabut yang cukup tebal mulai turun. Suhu udara di sana semakin dingin hingga menusuk tulang. Widya kembali merapatkan jaket rajut yang dia kenakan dan pandangannya mengedar keluar jendela menunggu kedatangan Putra tercinta. ‘Ya Allah, sejak siang tadi perasaanku tidak enak. Sekarang Evan juga belum pulang. Biasanya dia selalu memberi kabar. Setidaknya menelepon ataupun mengirim SMS. Tapi kali ini dia belum memberiku kabar. Bahkan panggilan teleponku juga tidak diangkat. Ujang Kasep anak Mama, kamu teh lagi apa?’ ucap Widya dalam ha

