Sore itu Evan merasa galau. Sepanjang perjalanan dia terus berpikir antara dua pilihan. Pertama, dia memilih jujur kepada mamanya. Kedua, dia memilih tetap membohongi mamanya. Evan merasa dilema dengan keinginannya untuk menjadi seorang pembalap yang selalu ditentang oleh Widya. ‘Aku nggak tahu kenapa Mama begitu tidak suka kalau aku mengungkit masalah balapan motor. Mama seakan menolak mentah-mentah sebelum mengetahui bagaimana perjuangan aku. Sebenarnya teh ada apa ya, sama Mama? Mama itu seakan-akan benci dan terus menghindar kalau Evan mengutarakan keinginan Evan menjadi seorang pembalap. Apa yang salah sih sama keinginan Evan? Padahal Evan juga udah mau bantuin Mama, Evan juga nggak mau kok ngrepotin Mama. Bukannya Evan nggak ikhlas, cuma aku nggak habis pikir aja, kenapa Mama begitu

