30. Bab Last

2372 Kata

Erly belum bangun tidur saat ponselnya berdering beberapa kali, setelah panggilan ketiga dia baru tersentak. Tangannya meraba meja di samping bed, yang seingatnya tempat biasa ponsel itu bertengger ketika Erly tidur. Dia lalu mengangkatnya dengan mata setengah mengantuk. "Sudah bangun putri tidur?" sapa suara di ujung panggilan. Erly malas berpikir, lalu mengerjap memusatkan indra pendengarannya. "Ini aku." Ada senyum geli pada suara yang didengarnya lagi. "Hans?" Erly terlonjak, dia seketika duduk. "Abdul Abdillah." Hans tersenyum meneruskan. "Temani aku pagi ini." Erly mengusap wajahnya, "Ke mana?" "Jogging." Hans sepertinya tidak merasa bersalah mendengar suara serak Erly. "Hah? Jam berapa sekarang?" Erly menjauhkan ponsel dan melihat 03.33 pagi. "Tidak mau!" "Bukan sekarang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN