Miyak Seya. Ini sesi pengarang, bagian spesial. Oke! Go ahed! Hera sedang tidak menikmati snack-nya, gadis itu mengunyah kesal, dia juga menganggap mereka adalah Erly Natasha. Pematah hati abangnya. Tiba-tiba ponselnya menyala, Hera sumringah berharap itu Hans karena abangnya itu tadi berjanji akan menelepon lagi. Lalu ekspresinya berubah kasar ketika ‘Yuk Erly’ yang muncul di layar persegi tersebut. "Apa? Apa lagi? Belum puas menolaknya dengan cara halus seka—" "Hera! Dengar! Telpon Abangmu dan tanyakan di mana dirinya sekarang!" suara tegas Erly membungkam Hera. Hera bersedekap, "Akan Hera lakukan kalau Ayuk bersedia minta maaf! Sekurang dari itu, tidak akan!" Hera juga bersikap tegas. Dia sedang setengah mati mengkhawatirkan Hans dan menunggu telepon darinya. "Ayuk tau, dan jug

