28. Hans Abdul Abdillah

1741 Kata

Aku mencoba segala jenis makanan dan menikmati kesendirianku dalam keramaian ini sambil menunggu Erly. Lakso, es cincau, celepon, mie kuah ikan, limun bahkan kue jongkong semuanya sudah kucicipi dan Erly belum muncul juga. "Hans?!" Aku celingukan mencari sumber suara, lalu seseorang mendekat. "Oh dear, it’s you!" Wanita dalam gaun merah itu mendekatiku dengan senyum senang. Aku mencoba mengingat. Sepertinya tidak terlalu asing, "Sefti?!” Dia mengangguk pasti. “Wah, cantik sekali." Aku melihat seorang lelaki di sampingnya, "Calon?" Sefti tersenyum. Dia lalu tampak mencari seseorang, "Ya. Mana calonmu?" “Ak—“ "Hans! Kamu—" Erly beku melihat Sefti yang tersenyum simpul. Erly tidak menggunakan make up, hanya bedak tipis dan lipstik saja. "Erly?! Kalian pacaran?" Sefti berseru kaget. Erly

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN