12. AISYAH ASWARA

1724 Kata

Aisyah Aswara. Begitulah nama yang disematkan Umi dan Abi untukku. Aku penyuka warna biru, tapi pantai di depan mataku ini keruh, seperti suasana hatiku sekarang. Ingin rasanya berteriak, mungkin saja itu bisa mengurangi sesak dadaku, tapi aku tidak akan leluasa melakukannya di sini dan sekarang. Itu hanya akan membuat Umi, Abi dan Erly lebih khawatir. Demi Tuhan! Apa yang sedang kulakukan ini, menggalau? Merana? Karena seseorang laki-laki? Bumi pasti sudah jungkir balik! Tapi bodohnya, aku masih merinduinya juga! Aku sampai menulis namanya di Mercusuar yang mungkin tidak akan pernah kutempuhi lagi, meninggalkannya di sana, bersama kepusingan kepalaku akan tangga melingkarnya yang entah berapa puluh atau ratusan? Padahal kami mungkin tidak akan bertemu lagi selamanya. Kenapa lelaki yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN