25 | Regret

1773 Kata

Aku memang merasa nyaman dalam rengkuhnya. Tapi hanya dalam genggammu, aku merasa pulang. *** Keterangan dari dokter membuat Zero mengusap wajahnya gusar. Sementara Noah hanya bisa menunduk dalam mendengarnya. Kesedihan tampak begitu sarat di kedua matanya. Pun dengan Zero yang tak bisa menutupi perasaannya. "Kami akan mengurus secepatnya," ucap Zero mantap. Dokter itu mengangguk. Sekilas ia menepuk bahu Zero dan tersenyum pada Noah sebelum akhirnya meninggalkan tempat. "Apa tidak ada cara lain?" "Apa yang kau harapkan, Noah?" Zero mengerling tajam pada pemuda itu. "Kita harus melakukannya mau tidak mau. Semua demi keselamatan Damian." Noah menggeleng. "Tidak, maksudku apa Jerman tidak terlalu jauh dari sini?" "Kita bisa pindah untuk sementara." Sebelah mata Zero lantas menyipit pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN