26 | Darian Armada

1231 Kata

Perutnya semakin membesar. Sara benar-benar perlu istirahat penuh agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. Seperti saat ini. Perempuan itu tengah asyik mengemil di dalam kostnya. Tempat tinggalnya yang baru ini tidak kecil, tapi tidak juga besar. Begitu sederhana karena Sara hanya sanggup membayar semua ini dengan bekerja pada ibu kost yang menaruh iba pada kondisinya. Ibu kost bahkan menawarkan Sara untuk tinggal di rumahnya yang cukup luas agar wanita paruh baya itu bisa sigap membantu Sara saat bayinya akan lahir. Tapi Sara dengan lembut menolak. Ia bahkan ingin pergi dari sini setelah bayinya lahir. Sudah cukup ia merepotkan banyak orang. Baru saja ingin mengunyah wafernya kembali, ketukan pintu membuat dahi Sara mengernyit. Ia melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore. R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN