Katakanlah Adrian kejam, ia bahkan lebih bengis dari pada raja iblis bernama Damian. Adrian meletakkan tubuh Sara di atas ranjangnya. Perempuan itu tidak lagi berontak, namun air matanya semakin berlinang membasahi wajahnya. Jemari Adrian menghapus air mata Sara. "Ssssh, jangan menangis. Apa kamu tidak merindukan tempat ini, Sara? Tempat kita membuat buah hati kita?" bisiknya seraya mengusap perut Sara. "Kamu mau apa?" tanya Sara cepat saat jemari Adrian semakin turun. Menelusuri tubuh Sara. Sepasang alis Adrian bertaut. "Aku suamimu, Sara. Kamu tidak pantas bertanya seperti itu karena aku berhak mendapatkan semua yang kuinginkan dari isteriku." Sara menelan ludahnya dengan susah payah. Sungguh! Ia benar-benar tidak percaya bila apa yang dikatakan Damian adalah benar. Awalnya ia merag

