Nayla POV
Saat ini Entah mengapa aku merasa sangat berat untuk menghadapi hari ini
padahal hari ini mungkin saja akan berlalu seperti hari-hari biasanya..
Setelah berada di kantor aktivitas ku tidak berubah sama sekali, sama seperti hari sebelumnya..
Agenda ku hari ini bisa di bilang tidak terlalu banyak, meski begitu aku harus tetap menyelesaikan pekerjaanku yang lain agar saat waktunya tiba aku tidak terlalu kerepotan.
Setelah hampir setengah hari ku habiskan di kantor, siang ini aku di jadwalkan untuk pertemuan dengan PT ADI CIPTA PERSADA sekaligus makan siang bersama..
Ku putuskan untuk berangkat 30 menit lebih awal agar tida terlambat nantinya karena mengingat di jam seperti ini pasti banyak orang yang akan keluar untuk mencari makan siang yang akan menyebabkan jalanan jadi macet.
Tak berselang lama dalam perjalanan, aku sampai di di sebuah restoran tempat aku membuat janji,, ku edarkan penglihatan ku ke sekeliling ruangan untuk mencari orang yang dimaksud,,,
Waktu berlalu begitu cepat..setelah selesai dengan urusan bisnis dan makan siang bersama dengan Tuan Lucas dan istrinya tante Gina aku memutuskan untuk kembali ke kantor..
Namun sayangnya nasib sial menghampiri ku, salah satu pelayan itu menumpahkan minuman kepadaku yang membuat bajuku basa..
ku pandangi wajah pelayan itu yang memucat karena ketakutan.. awalnya ingin rasanya aku marah tapi yah sudahlah toh dia pun tidak sengaja melakukannya..
ku putuskan untuk membersihkan diri ke toilet terlebih dahulu sebelum kembali kekantor.. tak perlu menunggu waktu lama aku membersihkan diri, aku beranjak untuk keluar dari restoran itu..
Namun lagi dan lagi nasib sial menghampiriku..
huuufftt mungkinkah ini karena perasaanku yang pagi tadi terasa berat yah..? yah mungkin saja kan..
Saat aku berjalan ke arah keluar restoran, karena terlalu sibuk dengan merapikan pakaian ku,, aku sampai tidak menyadari kalau ada orang di depanku..
Dan
bugh
tanpa bisa di hindari, aku menabrak orang itu hingga membuat tas ku terjatuh..
ketika aku mengambil tasku yang tengah asik bersandar di atas lantai, tiba-tiba aku mendengar suara itu.
"Lain kali kalau jalan hati-hati dong.. punya mata nggak sih??"
seru wanita itu dengan suara ketus
Aku yang mendengar kemarahan orang itu jadinya tau kalau ternyata yang ku tabrak itu seorang wanita..
Awalnya aku berniat untuk meminta maaf karena sudah menabrak wanita itu,,
tapi kalimat maaf itu seolah tertahan kuat di tenggorokanku dan enggan untuk terucapkan ketika aku tau siapa pemilik suara ketus itu..
Lisa
yah Dia adalah Lisa Anggriani teman sekelas ku waktu duduk di bangku SMA..
"Wah Long time No see Nay"
sapa lisa dengan senyuman yang tidak bisa aku artikan sebagai apa..
Ahli-ahli menjawab sapaan Lisa aku hanya berdiam diri menatap Lisa dengan tatapan datar..
Namun tatapan datar itu tidak berlangsung lama...
tiba-tiba tubuhku menegang saat satu suara yang sudah sangat lama tidak ku dengar tapi sangat ku ingat terdengar oleh indera pendengaranku.
"Lisa ini pesanan kamu"
Ucap seseorang.
Seketika itu ku balikan badanku mencari asal suara itu.. dan betapa terkejutnya aku melihat siapa sang pemilik suara..
"Leo"
ucapku pelan namun aku yakin suaraku masih mampu di dengar oleh orang yang saat ini berada di depanku yang hanya berjarak kurang dari dua meter itu.
sebisa mungkin aku mengatur raut wajahku agar tidak keliatan tengang saat melihatnya..
entah apa yang aku rasakan saat ini
tiba-tiba saja jantungku berpacu sangat kencang saat tanpa sengaja kami saling beradu tatapan mata..
Aku rasa ini adalah perasaan Marah yang telah ku pendam namun tidak pernah tersalurkan.
untuk pertama kalinya setelah hampir sepuluh tahun kami tidak bertemu, pada akhirnya hari ini adalah waktunya pertemuan itu terjadi.
LEO,, LEONARD AXTON
Orang yang sepuluh tahun lalu pernah menjadi sumber kebahagiaanku namun sekaligus menjadi sumber rasa kecewa ku..
Sesat ku lihat Leo tampak biasa saja saat bertemu denganku, tatapan yang di arahkan padaku seolah ia ingin menguliti ku hidup-hidup.
Semua asumsi berkelabat di pikiranku.. baik buruk dari pertemuan ini terus berputar-putar di otakku,,
tapi semakin aku mencari akhir nya, justru semakin buntu jalannya..
entah apa maksud dari pertemuan in nantinya..
tapi yang pasti pertemuan ini akan membuka luka lamaku..