Ruangan luas itu terasa begitu dingin membekukan disaat malam tiba. Berdiri di balkon kamarnya tanpa alas kaki maupun syal yang menutupi bahunya yang terbuka. Tatapan terlihat nanar menatap langit malam yang gelap tanpa satupun bintang. Suara angin malam yang tenang ditambah dengan butir-butir salju yang berjatuhan membuat Evelyn merasa makin sendirian. Sejujurnya, dirinya memang sendirian. Berada wilayah orang lain sembari membawa luka batinnya. Satu-satunya objek luka yang berusaha dihindari, malah muncul dengan membawa pasangannya yang lain. Sejak dulu cinta memang tidak memiliki kuasa saat kekuasaan yang menjadi segalanya. Evelyn menunduk, matanya terasa panas. "Kalau aku tahu seperti ini sakitnya, lebih baik seumur hidup aku tidak pernah jatuh cinta." Evelyn merasa terpuruk dis

