Seluruh ruangan ballroom dan tangga dihiasi dengan bunga mawar, dan bayangan dari kristal yang menggantung diatas atap. seolah-olah menyambut sang Putri yang telah kembali dengan aroma nya. Alunan orkestra disudut ruangan terdengar mengalun dengan lembut di telinga pendengar nya, menggoda orang-orang untuk berdansa dibawah sinar chandelier bersama pasangan mereka. Dibantu oleh sang nenek, Evelyn turun manapaki undakkan tangga satu-persatu. Ia berusaha untuk berhati-hati agar tidak menginjak ujung gaun nya yang lebar. Orang-orang yang menjadi tamu terlihat penasaran dengan calon putri mahkota yang digadang-gadang secantik Ratu yang sekarang. Merasakan seluruh tatapan tamu terarah padanya Evelyn menghela napas, berusaha merilekskan dirinya dari ketegangan. Ia menggenggam tangan sang nen

