4 tahun kemudian. Rasanya waktu berlalu sangat cepat, Damian masih mencari keberadaan Evelyn. Pangeran muda itu berdiri di ruang tahta dengan bosan bersama keempat sudaranya yang lain. Dia tidak tahu mengapa Ibunya mengumpulkan mereka disini sekarang, apapun itu Damian tidak berniat untuk ikut andil di dalam nya. "Ibu berpikir untuk mengadakan pernikahan kalian dengan gadis-gadis dari wilayah athanasía." kata Ratu Arnetta lembut. Namun decakan tak suka dari para pangeran langsung memenuhi ruangan itu. "Yang mencalonkan diri bukan hanya golongan bangsawan namun rakyat biasa pun boleh. Jadi, mungkin kalian akan kembali menemukan gadis terbaik diantara gadis-gadis itu," kata Ratu Arnetta lagi, menenangkan keributan itu dengan cepat. Ratu Arnetta menatap putra sulung nya, menilai ekspresi

