45

1014 Kata

Pesta berlangsung hingga tengah malam, suasana masih meriah dan diliputi dengan kehangatan. Evelyn melihat itu semua dengan kosong, ia berdiri di Branda menatap salju yang melayang turun dengan perlahan sebelum meleleh ketika menyentuh telapak tangannya. Suasana yang semarak itu tak mampu menarik Evelyn dari kesedihannya, banyak yang menjadi pikirannya. Kelangsungan kerajaan, rakyatnya, dan pernikahannya yang berantakan. Jeslyn telah berpamitan pergi beberapa saat lalu bersama pangeran Edward yang sama sekali tidak berani menatapnya. Mungkin penyesalan dimasa lalu masih membekas pada pria itu, membuat sekat penuh kecanggungan yang kini makin bertambah setelah perpisahannya dengan Damian. Damian? Rasanya Evelyn ingin tertawa keras jika mengingat mantan suaminya itu, orang yang menjadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN