Ratu Elleanore tersenyum tipis, retina nya memadang jauh kearah rerimbunan mawar. "Masalalu mana yang kau maksud Arnetta?" sebelah alis Ratu Elleanore terangkat naik sembari menyesap teh nya. "Tentu saja tentang persahabatan kita dan pertunanganmu dengan suamiku Elleanore." Deg, kepala Evelyn langsung kosong saat mendengar perkataan Ratu Arnetta pada ibunya. Jadi inilah rahasia yang disembunyikan oleh sang ibu padanya. "Kenapa kau pergi saat itu? Kenapa kau malah lari dari pertunangan itu?" tanya Ratu Arnetta dengan suara lembut tapi siapapun yang mendengarnya tahu terdapat nada menuntut disana. Ratu Elleanore meletakan gelas nya. "Itu bukanlah sesuatu hal yang mesti kuberitahu padamu bukan?" Ratu Arnetta tertawa lemah, seolah-seolah Ratu Elleanore telah mengatakan lelucon yang meny

