Kini Evelyn duduk di ruang kerja Xavier, hanya diam disana menatap pria yang kini tengah fokus dengan kertas-kertas di atas meja lnya. Tumpukan-tumpukan kertas itu mengingatkannya dengan meja kerjanya di Serenita. Ada banyak memar serta bekas luka diwajahnya Evelyn telah bertanya apa penyebab luka-luka itu tetapi pria itu malah berkata, 'aku mendidik seokor anjing, siapa yang tahu dia akan berbalik menggigit.' akhitnya evelyn tidak mendesak nya lebih lanjut dan membiarkan Xavier kembali bekerja. "Apakah Mairen bisa menghadapinya?" Pikir Evelyn membayangkan bagaimana sang adik menghadapi tumpukan kertas dan celoteh membosankan dari bangsawan yang melapor. Dulu Mairen memang banyak membantu nya tetapi tidak selama itu terkadang jika dia bosan maka mairen akan meninggalkan perkerjaan nya dan

