Kendall menatap cahaya bulan dari balik jendela. Sinarnya tampak lebih lembut, memberikan perasaan menenangkan. Tirai kamar yang berwarna putih transparan tertiup pelan terkena angin. Suara-suara generisik dedaunan dari taman belakang terdengat indah laksana harmoni sempurna. Kendall berbalik pelan, menatap sesosok wanita yang kini berbaring dengan mata terpejam di atas ranjangnya. Sebuah piyama polkadot dari bahan sutra lembut membalut tubuhnya yang ramping. Wajahnya lebih indah dari bulan. Auaranya lebih lembut dari bintang malam. Rambutnya yang berwarna pirang madu seindah dewi yang banyak dipuja orang selama ini. Celline. Wanita itu kini tengah berbaring dengan nafas teratur, menunjukkan betapa lelapnya ia tertidur. Lampu kamar yang temaram membuat Celline memiliki siluet samar

