Malam inì Celline duduk di halaman belakang rumah Kendall. Dia menyesap kopi yang ia buat sepuluh menit yang lalu dengan hati-hati. Angin malam musim semi terasa menyejukkan. Tidak terlalu dingin, tetapi tidak juga terlalu membuat gerah. Cukup nyaman untuk dinikmati dalam kesendirian. Tak jauh darinya, sebuah novel tergeletak di meja kayu. Novel aksi-romance yang coba ia beli saat perjalan pulangnya tadi. Berada di rumah besar ini, tanpa kegiatan sama sekali, terasa membosankan. Celline terkadang ingin keluar dan mencari aktifitas tambahan, tetapi selalu urung ia lakukan mengingat dia tak diijinkan oleh Kendall. Kendall. Lelaki itu masih menjadi lelaki yang dominan dan selalu ingin menang sendiri. Dia tak mudah untuk mendengar masukan atau saran dari Celline. Sangat berbeda jauh

