"Sayang, aku punya sesuatu buat kamu!" Jeffrico menyapa Celline di pagi hari dengan senyum dan membawa sebuah amplop cokelat besar di tangannya. Celline mengernyitkan kening dengan bingung. Semalam Celline sempat mendengar kepergian Jeffrico entah ke mana. Lelaki itu tak kelihatan batang hidungnya, meninggalkan Celline tanpa pamit. Celline pikir Jeffrico sedang menuntaskan hasratnya dengan sang pasangan, jadi dia memilih tidak banyak bertanya. Bagaimanapun, Jeffrico sudah mengatakan ia memiliki orientasi yang tak normal sejauh menyangkut tentang romansa. Sangat tak layak jika Celline terlalu mencampuri urusan lelaki tersebut. Tak disangaka, lelaki itu pulang di pagi berikutnya dengan wajah cerah dan sebuah amplop di tangan yang ia tunjukkan kepada Dewi seolah ia baru saja mendapat lote

