Hamil. Kata itu menggema dalam otak Celline berulang kali. Menjadi mantra yang menguasai kesadarannya. Dia hamil. Mengandung seorang janin. Makhluk mungil lembut darah daging Celline sendiri yang kini berada di rahimnya dan tumbuh kembang mengandalkan dirinya. Tanpa sadar, Celline memeluk perutnya yang masih rata, memikirkan banyak hal. Dia memang telah terlambat datang bulan. Tetapi ia pikir itu karena kondisi pikirannya yang banyak tekanan sehingga mempengaruhi siklus bulanan. Siapa sangka ternyata telah tumbuh janin di rahimnya. Janin milik Kendall yang lelaki itu berikan tanpa mereka semua menyadari. Muncul tanya di hati Celline. Apa reaksi Kendall andai lelaki itu tahu Celline tengah hamil anaknya? Lelaki itu yang memberikan benihnya sendiri tanpa pengaman. Dia menjadi ayah bi

