Sanaya Alziro adalah sahabat Akila. Sanayalah wanita yang membuat Akila meninggalkan Alexander. Sanaya begitu amat mencintai Alexander. Namun Alexander tak pernah mencintai dirinya, sejak Sanaya menyatakan cinta kepada Alexander, dan di tolak oleh Alexander. Akhirnya Sanaya mencoba bunuh diri di depan Akila. Akila begitu menyayangi Sanaya. Sehingga Akila mengambil keputusan meninggalkan Alexander tanpa memberikan alasan yang tepat kepada Alexander. Akila merelakan cinta pertamanya dan pergi ke Inggris selama belasan tahun. Sanaya menelpon Alexander. Mereka pun sepakat bertemu di sebuah kafe.
Lama tak berjumpa Sanaya. Sapa Alexander.
Benar-benar sudah lama. Kau berubah begitu drastis Alex, jawab Sanaya.
Alasanmu memintaku keluar sepagi ini, bukan untuk melihat perubahanku, kan? Tanya Alexander begitu dingin.
Baiklah. Aku tidak akan membuang waktumu yang cukup berharga, alasanku meminta bertemu denganmu karna sahabatku Akila. Jawab Sanaya
Apakah asistenku mengeluhkan tentangku padamu? Tanya Alexander kembali.
Kenapa kau memilih Akila sebagai asistenmu? Dan aku mohon kepadamu, jangan mengingatkan Akila pada kejadian 12 tahun lalu. Sanaya memohon
Apa maksudmu Sanaya? Alexander
Akila mengalami depresi berat 12tahun lalu, hingga beberapa tahun setelahnya, saat dimana Akila pernah di rawat intens oleh tantenya yang berprofesi sebagai spikolog, Akila selalu memanggil nama Xander namun kami tidak tau siapa orang tersebut. Oleh karna itu, Aku dan Rey selalu menjaga Akila, jika Ia harus mengingat masa lalu, biarkan Ia yang mengingat sendiri. Tanpa ada yang harus memberitahunya. Jika itu terjadi akan sangat beresiko untuk penyembuhan Akila. Sanaya menjelaskan.
Apa separah itu? Alexander yang tidak percaya.
Kamu mencoba masa lalu kalian, jika terjadi sesuatu kepadanya, kamulah orang yang pertama aku cari. Sanaya Berbicara dengan tegasnya.
Sanaya beranjak dan pergi meninggalkan Alexander.
Alexander tak menghiraukan perkataan Sanaya, dan berlalu menuju kantornya. Setengah jam kemudian Alexander tiba di depan perusahannya. Alexander turun dan berjalan menuju lift khusus CEO.
Pagi CEO Alex. Sapa Akila yang sambil berjalan menuju lift pegawai.
Pagi, Akila berhenti. Teriak Alexander. Ada yang ingin saya diskusikan denganmu, naiklah lift bersamaku.
Baik, CEO Alex.
Kini keduanya sudah berada di dalam lift, mulai hari ini, kau bisa naik lift ini. Kata kuncinya, adalah hari jadian kita. Kata Alexander.
Akila hanya menundukkan kepalanya. Ketika melihat Alexander berjalan ke arahnya. Sanaya datang menemuiku pagi ini. Apa kau mengeluhkanku padanya? Tanya Alexander yang mendekatkan wajahnya ke arah Akila. Apa maksudmu? Aku tidak ada hubungan apapun dengan anda. Apa yang harus saya ceritakan kepada sahabat saya. Jawab Akila.
Apa kamu sungguh melupakanku? Akulah pria yang kau tinggalkan 12 tahun lalu. Alexander berkata.
Apa maksudmu, aku sungguh tidak mengingat. Siapa kau sebenarnya? tanya Akila yang sudah menahan sakit di kepalanya.
Alexander kaget melihat Akila begitu pucat dan merintih kesakitan dan jatuh pingsan. Akila apa yang terjadi? Alexander menarik Akila dalam pelukannya. Maafkan aku, aku tidak percaya dengan apa yang di katakan Sanaya, sehingga aku ingin mencari tahu kebenarannya.
Alexander memeluk Akila dengan eratnya, tanpa sadar butiran bening itu keluar dari pelopak matanya. Dan meraih ponsel di sakunya.
Delia kau turun sekarang, dan belikan saya beberapa obat.
Baik CEO Alex. Jawab asisten Akila.
Alex yang sudah tiba di lantai 35, langsung menggendong Akila ke ruangannya dan menidurkan Akila diruang istirahatnya. Alexander mengecup dahi Akila berulang kali, dan mulai berkeluh kesah kepada Akila. Namun Alex begitu kaget mendengar Akila memanggil namanya. Xander maafkan aku, aku begitu mencintai dirimu, maafkan aku, Akilapun menitihkan butiran bening.
Alex memeluk Akila begitu eratnya. Akupun sangat mencintaimu Akila, 12tahun Aku merindukan dirimu dan saat kau berada di sisiku aku begitu bahagia, namun kenapa kau seperti ini.
Tok tok ...
Alex yang mendengar ketukan pintu langsung beranjak dan keluar dari kamar istirahatnya dan kembali duduk di kursi kekuasaannya. Masuklah! CEO Alex, ini obat yang anda minta. Delia menyodorkan bungkusan obat kepada Alex. Terima kasih Delia dan jangan biarkan orang-orang menemuiku saat ini, katakan jika saya tidak berada di tempat. Baik CEO. Delia pun keluar dari ruangan CEO.
Alex kembali ke kamar, dan menaruh kertas kecil bersama bungkusan obat di samping Akila. untuk terakhir kali sebelum Alexander pergi, Alexander mengecup dahi Akila dan keluar dari ruangannya.
Delia, jika Akila bangun jangan katakan jika saya yang menolongnya. Saya pergi dulu.
Baik, CEO Alex.
Alexander kini kembali ke apartementnya, Alexander membaringkan tubuhnya di sofa, dan mulai terpikirkan akan Akila. Apa yang terjadi? Di saat aku ingin membalaskan dendamku padanya, aku baru tahu jika ia mengalami stres berat sejak perpisahan kami. Gumamnya dalam hati.
Akila yang sudah sadar begitu kaget melihat sekeliling ruangan yang tidak Ia kenali. Hendak bangun dari ranjang, Akila menemukan sebuah kertas kecil yang bertuliskan "minumlah obat ini dan setelahnya kamu bisa pulang kerumah".