4. Dilema

757 Kata
          Kini Alexander sedang memimpin rapat, namun seketika semua yang berada di dalam ruangan kaget melihat Akila masuk dengan raut wajah yang begitu pucat. Alexander menyipitkan matanya dan berkata. Aku sudah memberikanmu izin untuk pulang, kenapa kau--, belum sempat meneruskan berbicara, Akila langsung berkata. Maafkan saya CEO, tapi saya tidak sedang sakit, dan mengapa saya harus mendapatkan izin untuk pulang? Semua yang  berada di dalam ruangan langsung menundukkan kepala ketika mendengar Akila membantah perintah bos mereka.      Akila berjalan begitu lemasnya ke arah tempat duduk yang berada tepat di belakang CEO Alex. Akila apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau begitu pucat, apa kau sedang sakit? Tanya sahabat Alexander. Saya baik-baik saja wakil CEO.       Berada di ruang rapat selama 3 jam, membuat Akila merasa lebih sakit di bagian kepalanya dan samar-samar melihat masa lalunya. Namun Alexander yang tidak segaja melihatnya, langsung menyudahi rapat. Setelah semua pegawai keluar, kini tinggal Alexander, Lucas dan Akila yang berada di ruangan. Akila apa yang terjadi denganmu? Tanya Lucas kembali karna melihat kondisi Akila yang begitu lemah. Tidak apa-apa wakil CEO.      Akila, apa maksudmu? Kenapa kau begitu keras kepala, aku sudah menyuruhmu pulang lebih awal. Alexander yang begitu marah melihat Akila yang begitu keras kepala. Maafkan saya CEO Alex, namun sungguh saya tidak apa-apa! Akila tetap pada pendiriannya. Lucas panggilkan dokter perusahan kesini! Lucaspun dengan cepatnya meninggalkan ruangan tersebut dan pergi memanggil dokter.       Dasar perempuan gila, sudah merintih kesakitan saja, masih mau menghadiri rapat. Apa sih maumu? Akila belum sempat menjawab, tiba-tiba Lucas masuk dengan dokter perusahan. Dokter perusahan Houten Group adalah dokter spikolog pribadi Akila 3tahun yang lalu di Inggris. Dokter begitu terkejut melihat kondisi Akila. Akila ada apa? Tanya dokter. Alexander dan Lucas menatap ke arah dokter perusahan. Dokter apa anda mengenalnya? Tanya Alexander, namun sang dokter tak menjawab pertanyaan Alex karna dia begitu kaget melihat keadaan Akila sudah separah ini.  Tolong baringkan Akila di sofa panjang. Lucas yang hendak menggendong Akila langsung di tepis tangannya oleh Alexander, biar saya saja yang menggendongnya. Alexander menidurkan Akila di sofa, dan dokter pun langsung memeriksa Akila yang sudah pingsan.        Apa yang terjadi Akila? Apa kamu memaksakan diri lagi mengingat masa lalumu? Gumam dokter di depan Akila yang sudah pingsan. Apa maksudmu dokter? Tanya Alexander dengan cepat. Sebenarnya Akila ini adalah pasien saya, ketika di Inggris. Akila adalah gadis periang, namun saat Ia memegang sebuah benda yang ada di memorinya, Ia akan seperti ini. Hal yang tidak bisa Akila lupakan adalah masa lalunya. Setiap kali terjadi bentrokan di memorinya, Akila akan merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Namun tuan Rey selalu mendampingi Akila selama 6 tahun. Karna setiap malamnya Akila pasti akan tidur di luar kamarnya sambil menggenggam ponselnya. Tapi tidak dapat di pastikan, apa pemicu yang membuat Akila bisa memaksakan dirinya mengingat masa lalunya kembali saat ini.       Alexander dan Lucas begitu kaget mendengarkan perkataan sang dokter mengenai kondisi Akila. Apa ini beresiko besar untuknya mengingat masa lalunya? Tanya Alexander. Penyakit yang Akila alami adalah depresi berat dan sangat beresiko untuknya. Jika di paksakan mengingat masa lalunya, bisa-bisa Akila mengalami kejiwaan ataupun meninggal. Namun untungnya CEO Alex secepatnya mencarikan pertolongan untuk Akila. Saat ini saya sudah memberikan suntikan penenang untuknya. Jika terjadi sesuatu kepada Akila, saya mohon panggil saya kembali. Baiklah terimah kasih dokter. Lucaspun mengantar dokter keluar. Alexander merasa dilema saat ini, Ia yang awalnya ingin membalaskan dendam kepada Akila, tapi tidak rela terjadi sesuatu terhadap Akila dengan keadaannya sekarang.     Hampir sejam akhirnya Akila sadarkan diri dari biusan obat yang dokter berikan. Akila begitu kaget melihat dua pria di depannya sedang menatapnya tanpa ekspresi. Maafkan saya, telah membuat kalian repot. Akilapun berdiri dan hendak berjalan namun di hadang oleh Alex. Akila kamu pulanglah dan beristirahat, besok kamu harus menyambut clien besar kita dari Inggris. Jangan membuat kekacauan. Ok. Perintah Alex dengan tegasnya dan berjalan meninggalkan Akila.  Lucas pun berjalan mengikuti Alexander dan menepuk pundak Akila dan berkata pulanglah, jika kau ingin selamat darinya. Dan tersenyum cekikikan ke arah Akila.  Akila pun mengikuti perintah atasannya. Akila kini kembali ke lantai 35 untuk mengambil tasnya dan beberapa file mengenai informasi pribadi para clien penting mereka. Delia, bantu saya menangani beberapa pekerjaan, saya sedang di liburkan hari ini. Baik kak Akila. Akilapun kini sudah berada di lantai dasar, dan hendak memanggil taksi, namun Alexander menyuruhnya untuk naik kemobilnya. Akila naiklah, perintah Alexander. Akila tidak ingin perdebatan antara mereka, dan memilih mengikuti perintah atasannya. Alexander pun mulai memecahkan keheningan antara mereka berdua dengan berdiskusi tentang penyambutan clien penting mereka. Akila dengan tekunnya mendengarkan arahan yang di sampaikan atasannya, tanpa di sadari mereka telah sampai di depan rumah Akila.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN