Ke esokan harinya Akila mengenakan setelan rok selutut dan blazer yang terlihat indah di tubuh kecilnya. Akila kini sedang berjalan keluar, dan menunggu clien penting, tidak membutuhkan waktu lama kini para rombongan telah tiba di depan Houten Group. Akilapun melangkah maju dan memperkenalkan diri. Selamat datang di perusahan Houten Group. Saya Akila Arham asisten CEO Alexander. Satu kehormatan bagi saya bisa menyambut CEO Ricard beserta rombongan. CEO Alexander sudah menunggumu. Dan terima kasih atas kunjungan anda di Houten Group, kami pastikan anda tidak akan kecewa dengan pelayanan kami.
Kenapa? Tanya CEO Ricard. Karna kami memiliki CEO terbaik dan bijaksana. Akila berkata sambil tersenyum ke arah CEO Ricard. CEO Ricard pun merasa senang dengan penyambutan Akila.
Mari, Akila pun membawa rombongan CEO Ricard kepada rombongan Alexander yang sedang berjalan ke arah mereka.
Halo, Pak Ricard. Selamat datang di Paris. Sapa Alexander.
CEO Ricard, ini adalah CEO Houten Group, Pak Alexander Houten. kata Akila yang mengenalkan atasannya.
Halo, Pak Alex. sapa CEO Ricard.
Kenalkan ini adalah rekan kerja saya. Lucas Arison.
Halo, CEO Ricard. Sapa Lucas dan bersalaman.
Mari, saya ajak anda untuk berkeliling bersama di Houten Group. Pintah Alexander.
Mereka pun kini telah menilai Group secara menyeluruh. Setelahnya para rombongan duduk di sebuah taman yang cukup indah di lantai CEO. Akila menyiapkan beberapa cemilan dan teh untuk para klien. CEO Ricard ini kopi Anda dan ini adalah cemilan yang Anda sukai. Sambil tersenyum Akila menyodorkan sepiring cemilan di depan CEO Ricard. Nona Akila saya sangat berterima kasih kepada anda. Ini kali pertama saya bertemu dengan seorang asisten namun sangat kompoten seperti anda. Jika lain waktu,! Anda mengundurkan diri dari sini, saya mengharapkan Anda bisa bekerja sama dengan saya. CEO Ricard tersenyum dan merasa puas dengan kinerja Akila. CEO Ricard terima kasih atas pujian dan tawaran anda. Saya permisi dulu. Akila pun berlalu meninggalkan kedua petinggi itu.
Kini hari sudah mulai sore, setelah bercerita panjang lebar, akhirnya kedua rombongan berjalan keluar dan menuju lift, disisi lain Akila sudah menanti di lantai dasar perusahan, untuk mengantar CEO Ricard bersama rombongan pergi dari perusahan.
Akila pun berjalan berdampingan bersama CEO Ricard. Namun Akila begitu terkejut dengan kata-kata yang di lontarkan CEO Ricard kepadanya. Dia adalah pria tampan dan baik. Akilapun melayangkan senyum kepada CEO Ricard. Senang berjumpa dengan anda, Akila yang berucap.
Baiklah, dan terima kasih untuk secangkir lattenya. Kata Ricard kepada Akila. CEO Ricard Sama-sama .
Setelah rombongan CEO Ricard pergi, kini Akila di kejutkan dengan tatapan Alexander yang tidak dapat di artikan, Akila pun secepatnya berjalan memasuki perusahan dan menuju lift. Akila kini sudah berada di lantai 35. Alexander bersama Lukas menuju lantai 35. Sesampainya di sana, dan hendak masuk ke ruangan, tiba-tiba terdengar teriakan.
Alex, aku sangat merindukanmu. Teriak Clarisa Chandra.
Alexander dan Lucas menghentikan langkah mereka, dan mebalikkan badan. Alexander pun melayangkan senyum ke pada Clarisa, dan berjalan menghampirinya. Namun tidak dengan Clarisa, yang berlari memeluk Alexander. Akila yang begitu terbakar api cemburu, dengan spontan berjalan ke arah toilet di samping ruangannya. Kini Alexander dan Clarisa pun memasuki ruangan Alexander.
Apa ini, kenapa aku merasa sakit hati, ketika Alexander memeluk wanita lain? Apakah aku mencintainya? Tidak ... aku sudah memiliki Rey. Hentikan Akila. Akila membatin. Akila pun kembali ke ruangannya. Kini Akila sedang bergelut dengan beberapa berkas yang akan Ia presentasekan beberapa menit lagi bersama Alexander dan para direksi.
Toktok ... Akila mengetuk pintu.
Masuk! Terdengar sahutan dari dalam. Akila pun masuk, namun Ia begitu kaget melihat Clarisa yang sedang duduk di pangkuan atasannya. Dan langsung menundukkan kepalanya. Maafkan saya CEO, saya kembali nanti saja. Akila pun langsung meninggalkan ruangan Alexander. Akila begitu sedih melihat kedekatan antara Alexander dan Clarisa. Alexander merasa bersalah kepada Akila, namun semua itu bagian dari rencananya agar Akila secepatnya mengingat masa lalu antara mereka.
Clarisa yang sudah dua jam lebih di ruangan sang kekasih akhirnya keluar. Namun tatapannya begitu dingin ke arah Akila yang sedang mempersiapkan beberapa file untuk rapat. Dengan angkuhnya Clarisa menghampiri Akila dan berkata. Kamu sungguh wanita yang sangat menyebalkan, dan tidak tahu sopan santun. Akila dengan lantangnya membalas perkataan Clarisa. Nyonya yang terhormat, lihatlah ini kantor, bukan tempat bermesraan. Dan mohon maaf saya ingin mengoreksi perkataan anda terhadap saya. Wanita yang tidak tau sopan santun itu anda, karna anda terlalu murahan.
Clarisa yang ingin menampar Akila, dengan cepatnya Akila yang menahan pergelangan tangan Clarisa. Jika kau ingin menamparku boleh saja, tapi maaf, saya bukan wanita yang mudah di intimidasi oleh orang lain. Sekalipun kau kekasih atasanku. Akila dengan tegasnya berkata. Akila pun menepis tangan Clarisa dengan kasarnya. Nyonya Clarisa yang terhormat tinggalkan lantai 35 ini. Delia tolong antarkan Nyonya Clarisa menuju lift. Clarisa diam seribu bahasa, Ia begitu kaget dengan perilaku Akila. Ia pun dengan kemarahnya berjalan menuju lift, bukan Clarisa Chandra jika kelak kamu di pecat. Akila pun berjalan menuju ruangan Alexander dengan beberapa berkas di tangannya
Toktok ...
Masuklah. Jawab Alexander dari dalam.
CEO Alex, para direksi dan lainnya sudah menunggu di ruang rapat. Akila Berbicara dan menyodorkan beberapa berkas tanpa melihat ke arah atasannya. Baiklah, Alexander pun berdiri setelah file-file yang Akila berikan, namun menyadari jika Akila, sedari masuk tidak menatap wajahnya. Alexander dengan cepatnya berjalan ke arah Akila dan berkata. Apa kau cemburu?
Akila dengan cepatnya, dan berkata, siapa yang cemburu. Dengan raut wajah yang memerah seperti tomat dan meninggalkan Alexander.