Felly pulang ke rumah saat hari sudah mulai gelap. Dia mendapati ruang TV sangat ramai dengan orang-orang. Ada The Devils, dan tentu saja ada beberapa pembantu yang sedang membereskan kekacauan mereka. Felly tersenyum melihat The Devils yang terlihat sangat manusiawi dengan cara tidur mereka yang berantakan di karpet, dan ada Felix yang tidur di sofa sambil memeluk Samuel seolah Samuel adalah bantal guling. Senyum Felly berubah sedih. Dia menghampiri anak dan ayah itu dengan perasaan berat yang masih membebani dadanya hingga terasa sesak. Felly menyimpan tasnya dan berjongkok di hadapan Felix dan Samuel yang sedang tidur di sofa. Dalam tidurnya, Felix tiba-tiba bernapas dengan tidak teratur dan bergerak gelisah. Alisnya juga tampak mengernyit dan bibir Felix berbisik sesuatu. Felly mema

