Pagi itu di mansion milik keluarga Olivia, sinar matahari menyelinap melalui tirai jendela, menerangi ruang makan yang megah. Maria, yang telah bangun lebih awal, berdiri di dapur, mengawasi persiapan sarapan yang sedang dilakukan oleh para maid dengan rapi. Dia tak biasa melihat Miguel pergi tanpa kabar dalam waktu lama, dan kepergiannya kali ini membuatnya sedikit gelisah. Yura, adik perempuannya yang lebih muda, duduk di meja makan sambil menggigit sebuah potongan croissant. Dia memperhatikan Maria yang tampak cemas sejak pagi. Dengan santai, Yura berkomentar sambil melirik kakaknya. “Kemana Kak Miguel? Kau terlihat menunggunya sejak kemarin,” katanya dengan nada menggoda. Maria tersentak sedikit, tak menyangka Yura memperhatikan kegelisahannya. Sambil tersenyum lembut, ia menga

