“Apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan?” Asri kembali bertanya setelah beberapa menit saling diam. Deden menggeleng, “Ti—tidak, Mbak. Oiya, kalau sudah tidak ada lagi yang ingin dibahas, saya mohon undur diri dulu. Saya tidak ingin menganggu pekerjaan mbak.” “Iya, silahkan. Lagi pula saya juga harus lanjut bekerja.” “Kalau begitu saya permisi, Mbak. Assalamu’alaikum ....” “Wa’alaikumussalam ....” Deden pun berlalu dari ruangan itu. wajahnya begitu sumringah. Perlakuan baik Asri kepadanya hari ini, begitu berkesan untuknya. Deden seakan tidak percaya dengan apa yang ia alami saat ini. Ya Allah gusti ... saya tidak menyangka jika mbak Asri memperlakukan saya dengan baik hari ini. Mbak Asri juga sudah mengizinkan saya untuk bertemu dengan Dimas. Rasanya benar-benar sebuah anugerah. De

