BAB 88 – Cemburu?

1602 Kata

“Assalamu’alaikum ....” terdengar suara bariton seorang pria dari arah pintu rumah. Aulia begitu mengenal suara itu. suara yang begitu ia rindukan selama dua minggu. Suara pria yang kini menjadi tempat bersandar dan berlabuh. Rayhan, pria itu datang dari Kalimantan untuk menjemput kembali istrinya yang baru saja selesai mengikuti seminar di kota Bandung. Aulia menyambut suaminya dengan senyum merekah, “Kak, aman-aman saja’kan dalam perjalanan ke sini?” Aulia menyalami suaminya dengan takzim. Rayhan mencium puncak kepala Aulia, lalu menjawab, “Alhamdulillah ... semuanya baik. Bagaimana kabar anak ayah? Tidak menyusahkan bunda’kan?” Rayhan berjongkok dan mengajak janin yang ada di dalam perut Aulia berbincang. “Tidak ayah ....” lirih Aulia yang menirukan suara bayi. Rayhan dan Aulia ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN