Ayah Terhebat 26

1950 Kata

Kamu udah di jalan? Dewi mengulum bibirnya sesaat membaca isi pesan itu. Taksi sudah melaju membelah jalanan di pagi hari. Dewi segera membalas pesan tersebut. Me: Sudah. Kamu masih di rumah ini? Tidak ada balasan lagi dari pesannya tadi. Dewi mendengkus kasar jadinya, langsung muram padahal suasananya hatinya tadi sangat berbunga-bunga. Dan sekarang karena tidak dapat balasan langsung badmood seketika. "Awas aja kalo di kantor, aku bakal cuekin!" gumam Dewi, penuh dendam. Jalanan sedikit macet, Dewi menatap ke arah luar jendela. Sedikit merenung dengan dirinya yang sekarang. Dewi mengeluarkan kaca kecil yang senantiasa dulu dia bawa. Wajahnya begitu mulus sekarang, tidak ada jerawat yang menempel. Karena semenjak bekerja dan bertemu dengan seseorang itu Dewi jadi memperhatikan pena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN