Matahari sudah tepat di atas kepala sekarang, sangat terik. Aswat menghentikan laju motornya kala sampai di depan rumah minimalis. Sudah lama dia tidak datang ke tempat ini. Tepatnya, satu tahun sekali terkadang dia datang ke rumah ini. Rumah Ayah dan keluarga barunya, letaknya cukup jauh dari rumah mereka. Aswat tidak tahu, kenapa hatinya tergerak datang ke sini. Pun, ada secercah rindu sama Ayah, tidak ada salahnya Aswat datang. Aswat sudah turun dari motornya, berjalan mendekati pintu yang tertutup itu. Tidak ada buah tangan dia bawa sama sekali, hanya ada bekal makan yang disiapkan oleh Dewi tiap pagi. Tangan Aswat tergerak mengetuk pintu kayu itu. Aswat ingat, sejak Ayah menikah lagi, rumah yang dulu terasa sunyi saat itu berubah drastis belum lagi ditambah anggota baru yaitu adikny

