Ayah Terhebat 40

1641 Kata

Aswat tak banyak berharap lagi pada wanita itu, dia menjalani kehidupannya seperti biasa. Membereskan rumah diwaktu yang senggang dan pergi bekerja kalau sudah ada orderan yang masuk. Dewi semakin sulit di raih lagi dan Aswat menyerah di titik sekarang juga. "Ayah kita mau ke mana?" pertanyaan itu dilayangkan oleh putri bungsunya. Tepat satu hari yang lalu sang ayah memintanya untuk membawa anak-anak ke rumah sakit. Aswat tersenyum seraya mengusap rambut putrinya yang berantakan akibat terkena angin di sepanjang perjalanan. "Kita ketemu sama Kakek. Dia lagi sakit dan di rawat di sini," jelas Aswat, menunjuk bangunan rumah sakit yang sudah mereka datangin ini. Dahi Ratih mengernyit. "Kakek sakit apa?" tanyanya langsung, hanya Tejo kakek Ratih dan Fatih sekarang, mengingat Ayah dari Dewi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN