Dewa, Putri dan Yogurt

1387 Kata
Surrlppp Suurlllpppp... Nakula menatap bibir yang sudah menciptakan suara yang cukup mengganggu dan memecah ketenangan saat membaca bukunya itu. “Sayang... udah nanti sakit perut” “Ehm, nanggung dikit lagi...” Balas Putri, ia kemudian kembali menyeruput sekotak yogurt di tanganya itu. Nakula sampai jadi di buat terheran-heran dengan tingkah istrinya itu. Sedari tadi pagi, ada-ada saja yang hal aneh di lakukan oleh Putri. Mulai ia yang marah pada Dewa, tapi malah ngambek padanya. Lalu ia yang medadak berbelanja banyak yogurt. Di tambah lagi dengan dirinya yang terus berlama-lama bercermin setiap lima belas menit sekali, menatapi bayangan tubuhnya sendiri. Surllpppp “Hhh, sayang...” Nakula kemudian mendekat pada istrinya itu, dan meraih kotak yogurt itu. Ia benar-benar merasa harus menghentikan aksi minum yogurt yang sudah over itu. “Udah ya, nanti perut kamu meledak di isiin terus yogurt” Ucapnya lembut pada Putri, karena ia tahu kalau istrinya itu paling tak suka jika sampai ada yang mengintrupsi apa yang sedang senang-senangnya di lakukannya itu. “Mas...” Cup Nakula memilih untuk mendaratkan bibirnya pada Putri yang kini sampai jadi menyisakan kental rasa yogurt pada bibirnya itu. “Perut kamu mules nanti minum yogurt terus sayang... anak fakultas kedokteran masa kaya gini sih, tau gak over minum yogurt itu bisa bahaya juga buat pencernaan kamu...” Ingat Nakula pada istrinya itu. “Ehm, tapi itu... ehmm...” Putri sadar over mengkonsumsi yogurt dengan tambahan gula akan beresiko terserang penyakit kardiovaskular, karenanya ia juga memilih greek yogurt yang mengandung protein tinggi dan rendah karbohidrat. Produk yogurt yang di konsumsinya sedari tadi itu juga tidak mengandung beberapa gula s**u dan laktosa, jadi ia pikir tidak akan mengganggu pencernaannya apalagi untuk mereka yang tidak toleran terhadap laktosa. “Udah, sini aja... dari pada terus minum yogurt, mending pelukin Mas aja...” Ucap Nakula sambil meraih tubuh istrinya dan membuatnya berada dalam peluknya kini. Putri lantas jadi membenamkan dirinya dalam dekapan hangat tubuh suaminya itu. “Mas...” “Ehm? Apa sayang?” Tiba-tiba tangan Putri menuntun tangan Nakula yang semula berada di punggung dan di pinggangnya itu, untuk turun ke area bokongnya. “Mas kenapa gak langsung pegang ini?” “Ehm?” Nakula sampai di buat bingung sekali dengan tanya istrinya itu. Bahkan senyum mulai dikulum Nakula karena mendengar pertanyaan yang menurutnya ada-ada saja itu. “Mas jangan ketawa duluuu...” Putri menatap serius Nakula yang sudah tak tahan ingin melepaskan tawanya karena polah lucu istrinya itu. “Ya abisnya... Hahahah, yaudah lain kali Mas bakal langsung pegang ini deh...” Ucapnya sambil menangkup dan mengelusi dua bulatan padat milik istrinya yang nampaknya tak begitu muat di tangannya itu. “Mas... gak suka ukurannya ya? Punya aku kekecilan ya?” “Hahahahh... Hahahah...” Nakula langsung memecah tawanya begitu mendengar Putri yang mendadak mempertanyakan ukuran bokongnya itu, “Mas, seriuuuss....” “Kamu ngaco deh, punya kamu ini favorit Mas, jadi gak mungkin Mas gak suka sama ukurannya, ini itu Pas banget” Balas Nakula begitu. “Bohong... Laki-laki kan katanya suka yang besar-besar” “Kata siapa sayang... kenapa kamu mendadak tanyain hal kaya gini sih, aduh lucu banget sih istri Mas iniii” Baginya tingkah Putri yang seperti ini sunggguh menggemaskan, meskipun Nakula masih tak habis pikir dengan apa yang ada di kepala istrinya itu. Hingga ia pun mulai di buat bertanya-tanya dari mana awalnya pikiran seperti itu muncul. “Mas betah kerja di Rumah sakit pasti gara-gara suka liatin perawat-perawat yang bodynya bagus kan?” Putri sampai melontarkan kecurigaan pada suaminya dengan berkata begitu. Sepertinya ia benar-benar sudah termakan omongan Dewa tadi siang. “Duh, sayang... ngapain Mas kaya gitu, Mas udah punya istri yang cantik plus bodynya kaya model gini juga...” Balas Nakula, dengan perasaannya yang setengah heran, juga setengah ngakak karena Putri yang mendadak mencurigainya seperti itu. “Model dari mananya tch...” Karena Putri yang sepertinya sulit untuk mau percaya pada ucapannya, akhirnya Nakula sedikit mengangkat tubuh istrinya itu untuk bisa duduk berhadapan di atas pangkuannya. “Liat ini...” Tubuh Putri yang sedang duduk di atas tubuh suaminya itu kini tengah dibuatnya tegak untuk bisa di perhatikan baik-baik oleh Nakula. Kemudian tangan kekar itu di sentuhkannya mulai dari pundak, d**a, hingga berjalan ke samping mengikuti lekuk ramping, S line tubuh Putri yang sangat indah di mata Nakula, sebagai laki-laki normal. Sampai kemudian di raihnya pinggang yang cukup untuk di genggam oleh tangan yang selalu tergoda untuk bisa menjamahnya lebih jauh setiap malamnya itu. “Kamu itu sempurna sayang...” Putri diam mendengar ungkapan itu dari Nakula. Ia sedikitnya bisa senang, namun ia pun tetap tak bisa mangabaikan begitu saja soal kata-kata Dewa yang benar-benar menghantui kepalanya seharian ini. “Semua tentang kamu, termasuk ini....” Ucapnya sambil memegang b****g yang sesungguhnya sudah memiliki lekukan dan ukuran yang pas sekali bagi Nakula namun tengah di ragukan oleh pemiliknya atas keindahannya itu. “Tapi... kata Dewa aku ini kurus... kurang menggoda kalo di bandingin perawat-perawat sama residen di rumah sakit kamu itu Mas...” Akhirnya Putri mengungkapkan juga penyebab dirinya yang sampai bertingkah begitu resah dan tak puas dengan tubuhnya itu. “Ahh, jadi dia biang keroknya... duh, besok-besok Mas lakban juga itu mulut Dewa, bisa-bisanya dia ngomong kaya gitu...” Nakula sampai menggeleng-gelengkan kepalanya setelah tahu ulah adik usilnya itulah Putri sampai bertingkah seperti ini. “Kalo dia pernah liat badan kamu ini, Mas jamin dia bakal sujud-sujud mohon maaf udah sangat sangat salah nilai kamu terus bandingin kamu sama perawat-perawat di luar sana” Tambah Nakula, sampai akhirnya senyum mau juga terpampang di wajah Putri yang sedari tadi hanya di tekuknya saja. “Ini... punya aku besarin gak?” Tanya Putri kembali ke topik soal ukuran bokongnya itu. “Ehmm... besarin gak ya?” Sambil tersenyum simpul Nakula menggoda Putri begitu. “Ishhh Mas jahat... padahal aku udah banyak minum terus makan berkotak-kotak yogurt yang katanya bisa besarin b****g, masa gak ngaruh sih...” Gerutu Putri, dan terungkaplah sudah alasan mengapa dirinya sedari tadi terus saja tanpa henti memakan dan meminum berbagai macam produk yogurt itu. Nakula lagi-lagi di buat terkehkeh geli karena tingkah istrinya itu. Jadi seritanya setelah Putri yang benar-benar terusik karena ucapan Dewa, soal Nakula yang mungkin saja benar-benar senang cuci mata dengan perawat-perawat yang memiliki tubuh cukup menggoda itu, Putri sampai jadi tak enak diam selama Nakula berada di rumah sakit sampai kepulangannya sore tadi. Karena ketakutannya yang jika sampai suaminya melirik wanita lain, ia pun jadi memutar otak mencari cara agar bisa memiliki big boobs dan big booty seperti yang Dewa ucapkan dan terus saja terngiang-ngiang di telinganya. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah artikel kesehatan yang menyebutkan bahwa ‘mengkonsumsi yogurt secara rutin akan membantu seorang wanita untuk memiliki b****g yang indah dan montok. Karena Yogurt merupakan sumber vitamin, protein, dan lemak sehat yang sangat banyak’ Dan jadilah Putri hingga mampu memecahkan rekornya mengkonsumsi yogurt lebih dari 6 kotak selama dua jam sejak petang tadi hingga pukul delapan malam sekarang ini. “Sayang... kamu jadi- hahahh... emang mau di gedein segede gimana lagi sih? segede semangka gitu? Ahahah...” Nakula terus saja tertawa sementara Putri kini memasang wajah cemberutnya karena malah jadi bahan tertawaan suaminya, yang padahal semula niat Putri hanya ingin membuat Nakula terkesan. “Ya, gak gitu juga Mas... seengganya aku pengen bikin Mas terkesan gitu sama badan aku, biar gak lirik-lirik cewek sexy di luaran sana...” Ungkap Putri sejujur-jujurnya menguatarakan apa yang ada dalam isi kepalanya pada suaminya itu. “Sayang... Mas ini bukan laki-laki bodoh yang bakal sia-siain perempuan secantik kamu, cuma gara-gara b****g perempuan lain lebih besar dari kamu...” Memang cukup masuk akal perkataan Nakula itu, mungkin dirinya saja yang terlalu termakan omong kosong Dewa, yang senang sekali mengobrak-barik pikirannya, begitu pikir Putri. “Ehmm gitu ya...” Balas Putri, Dan akhirnya ia pun terlihat mau mengulum senyumnya, setelah mendengar ucapan Nakula yang sepertinya cukup untuk membuat istrinya itu lebih tenang dan tak lagi risau karena pikirannya itu. “Sayang...” “Ehm?” “Tapi kayanya Mas harus periksa sendiri deh ukurannya sekarang...” Tiba-tiba terbesit ide nakal itu di kepala Nakula. “Ehm??” Nakula kemudian membawa tubuh Putri untuk lebih maju dan mendekat padanya. “Mas, harus pastiin sendiri ukuran b****g kamu itu...” Bisiknya dengan tangannya yang perlahan namun pasti menyelusup masuk ke dalam gaun tidur istrinya itu. “Mas ahh...” . . .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN