“Sayang... hati-hati di rumah ya” “Ehm, iya Mas” Dengan dua koper yang sudah siap dan tinggal di angkut ke dalam mobilnya, pagi ini Nakula dengan berat hati harus pergi meninggalkan istrinya seorang diri di rumanya itu. “Sayang, pokoknya aktifin terus handphone kamu, jawab terus semua chat Mas” Putri mengangguk mendengar semua perkataan suaminya itu. Meski sesungguhnya ia pun tak inginkan kepergian suaminya dinas keluar kota untuk mengelola cabang rumah sakit keluarga, tapi sayangnya itu sudah menjadi tanggungjawab yang harus Nakula emban saat ini. “Kalo ada apa-apa Mas udah suruh Dewa buat selalu siaga bantuin kamu, dia gak akan jailin kamu kok tenang aja...” Tapi sayangnya untuk perkataan Nakula yang satu itu Putri nampaknya tak bisa langsung setuju begitu saja. Bagaimana ia

