Aku Mencintaimu 19+

1205 Kata

“.....” “Dewa...” “Ehm?” Setelah memanggil namanya, bukannya mengutarakan kalimatnya Putri justru hanya menatap dalam Dewa, yang masih sangat tak bisa di percayainya, kini tengah menemaninya, memberikan dekap, menggantikan kehadiran sosok-‘nya’ yang sedang pergi dan tak di rumah saat ini. Seolah malah jadi terperangkap semua kata yang ingin terucap itu di dalam dirinya. Terlalu banyak yang ingin di tanyakan, dan terlalu menumpuk pula yang ingin di ungkapkannya pada Dewa. Tapi satu yang kini tengah benar-benar mengisi benaknya. Meski terlalu cepat untuk menyimpulkan apa yang saat ini ada dalam dadanya itu. Bahkan Putri juga berpikir akan terlalu tergesa-gesa jika ia sampai menyebut apa yang sedang di rasakannya saat ini adalah.... Cinta. Tapi Putri pun tak bisa memungkiri kalau p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN