“Put...” “Ehm?” “Gak jadi deh...” “Ih, gak jelas...” Biasanya Dewa langsung membalas dengan kata-kata yang tak kalah menusuk, saat mendapat perkataan sejenis ‘Gak jelas’ ‘Nyebelin’ dan teman-temannya, yang selalu Putri ucapkan padanya itu. Tapi seharian ini Dewa hanya menerimanya saja, malah di buat melengkungkan senyum karenanya. Dan hanya memanggil namanya saja, tanpa ada maksud ingin mengatakan apapun padanya, sedari tadi terus di lakukan oleh Dewa. Entah bagaimana bibirnya senang sekali bahkan di buat candu melafalkan nama itu. Hatinya menghangat, ujung bibirnya langsung terangkat, menampilkan senyum yang merekahnya, saat Putri di buat sampai berbalik, menoleh dan menatapnya karena panggilannya itu. Dewa benar-benar senang sekali bisa mendapatkan perhatian darinya. ‘... I

