Aku sudah kembali terjaga dari lelapku sejak beberapa detik yang lalu, namun sungguh aku enggan dan tak ingin menerima jika apa yang indah semalam hanya sebuah bunga tidurku saja. Takut, ragu, mendadak tak memiliki keberanian untuk kubuka mata ini. Hingga untuk memastikan kalau perempuan yang akhirnya bisa berbaring dalam pelukanku semalaman itu nyata adanya di sampingku, aku sampai memilih untuk menggunakan tanganku untuk mencari dirinya, yang seharusnya masih ada memeluk tubuhku pagi ini. Tapi... ‘Kalo yang semalem itu bener-bener nyata, seharusnya dia ada di samping gue...’ ‘Seharusnya tangannya ada, lagi peluk tubuh gue, tapi ini... kenapa gue... kenapa gue ngerasa cuma ada gue yang terbaring di tempat ini....’ “Hhhh....” Lagi. Itu semua cuma mimpi, “s**t!” Kurang mala

