Tok! Tok! Tok! Tiba-tiba ada ketukan di pintu kamar dan aku pun terkejut. Sebelum aku bisa membereskan kembali barang-barangku, pintu kamar itu tiba-tiba saja ditendang hingga terbuka. Li Gang langsung masuk ke dalam kamar, pria itu berjalan sambil bertepuk tangan. Dia lalu tertawa dan berkata, “Hubungan persaudaraan kalian dalam sekali ya. Bukankah hanya membicarakan masalah saja? Apa perlu dengan cara buka-bukaan seperti ini?” Li Gang melambaikan tangannya ke arahku dan melanjutkan, “Keluar dari sini sekarang! Aku tidak akan mempersulitmu!” Aku melirik Kak Mei dan dia justru memelototiku dan bersuara. “Keluar! Beraninya kamu melakukan ini kepadaku ketika aku sudah begitu baik padamu! Kuberi tahu, ya, aku sudah berjanji pada Kak Gang! Mulai dari sekarang, aku akan menjadi miliknya. Jik

