Hu Xiaoli sampai ke pintu bersama sekelompok orang dengan cara yang agresif. Wanita itu langsung melihatku begitu dia sampai. Di dalam hati, aku mengata-ngatai kondisiku sekarang sebab ini bukanlah hal baik. Namun, sayangnya, aku tidak bisa melarikan diri. Jika saat ini aku kabur, aku tak pantas disebut laki-laki. Hu Xiaoli mencibirku terang-terangan, “Li Xiaowei, kamu tidak pantang menyerah rupanya dan masih berani-beraninya menungguku di sini.” Aku tidak pantang menyerah? Mananya! Jika aku tahu kalau kamu akan datang, aku pasti tidak akan tinggal di sini. Bukan hanya aku saja yang akan dirugikan dengan tinggal di sini, tapi juga semua teman-temanku. Lihatlah sekelompok orang yang dibawa oleh Hu Xiaoli itu! Mereka bukan hanya gadis-gadis di tokonya saja, tapi dia juga membawa segerombol

